Senin, Juni 27, 2022
Google search engine
BerandaOTOMOTIFKenali Fungsi Voltmeter Motor dan Jenisnya

Kenali Fungsi Voltmeter Motor dan Jenisnya

Beragam teknologi yang ada pada motor injeksi, mampu menghadirkan solusi bagi para produsen motor. Hal tersebut tentu saja untuk menghadirkan jenis kendaraan yang akan lebih efisien digunakan oleh para pelanggan. Bagi pengguna penting untuk mengetahui fungsi voltmeter motor yang merupakan salah satu teknologi pada kendaraan.

Selain itu, pengguna kendaraan bermotor juga perlu mengetahui beberapa ciri terkait masalah pada komponen motor yang dipakai. Pengguna dapat memprediksi penggantian komponen dari ciri yang ada tersebut, terutama aki motor. Berikut ini fungsi dari adanya voltmeter pada motor dan beberapa ciri aki motor perlu diganti:

Fungsi Voltmeter Motor

Adapun fungsi voltmeter motor untuk memastikan arus listrik yang dipakai pada aki menyalurkan aliran listrik ke bagian penting. Pentingnya mengetahui tegangan pada aki untuk memastikan bahwa tegangan masih dalam kondisi baik, tidak drop. Tegangan yang berada pada aki motor perlu diperhatikan untuk menghindari mogok di tengah perjalanan ketika sedang berkendara.

Jenis kendaraan motor, terutama motor matic saat ini sudah banyak yang menggunakan teknologi injeksi. Hal tersebut juga yang menjadikan voltmeter berperan penting sebagai indikator tegangan pada aki motor. Terlebih lagi untuk jenis motor gede akan sangat berpengaruh apabila tegangan pada aki yang digunakannya lemah.

Kapasitas mesin yang besar pada motor gede, tidak memungkinkan untuk dipasang kick starter pada motor tersebut. Lantas, peran voltmeter sangat penting untuk mengukur tegangan listrik yang ada pada komponen kendaraan, terutama pada bagian aki motor.

Jenis Voltmeter

Terdapat dua jenis voltmeter yang saat ini banyak digunakan, yaitu analog dan juga voltmeter digital. Perbedaan pada dua jenis voltmeter tersebut dapat dilihat secara langsung dari bentuk dan juga penggunaannya. Adapun untuk perbedaan yang ada pada voltmeter secara spesifik adalah sebagai berikut:

  • Tegangan DC yang dimiliki lebih sulit untuk ditingkatkan jika dibandingkan dengan tegangan AC yang lebih mudah. Voltmeter analog yang sudah terpasang secara paralel dalam rangkaian listrik mampu dijadikan patokan cara untuk bisa mengetahui tegangan yang dimiliki.
  • Kemudian, transmisi yang berasal dari pembangkit ke pelanggan akan lebih mudah untuk listrik jenis AC jika dibandingkan dengan DC. Lalu, untuk jenis voltmeter digital, perlu dipasangkan dengan benar. Apabila terpasang secara terbalik, maka hasil yang diperoleh dalam bentuk negatif.
  • Selanjutnya, kedua jenis tersebut, jenis DC adalah pembangkit listrik yang akan lebih mudah dan sederhana untuk digunakan. Tegangan AC memiliki batasan maksimal dan minimal pada nilai arus beserta tegangannya. Berbeda dengan DC yang tak memiliki nilai yang sama seperti jenis AC.
  • Ada beberapa voltmeter jenis digital yang terbagi ke dalam 4 kelompok tersedia yang berbeda. Kelompok tersebut terdiri dari tipe tanjak ataupun ramp type DVM, lalu, integrating DVM atau penggabungan. Kemudian, ada juga tipe continuous balance DVM, dan tipe successive approximating

Namun, pada dasarnya, dari empat kelompok voltmeter jenis digital tersebut, memiliki fungsi yang tak berbeda jauh. Selain itu, voltmeter analog dan digital harus terpasang dengan benar dan searah dengan arus yang dihasilkan. Hal itu juga akan mempengaruhi hasil yang akan ditampilkan pada alat voltmeter yang digunakan tersebut.

Baik voltmeter digital maupun analog akan memiliki fungsi voltmeter motor yang sama saja hasil yang diperolehnya. Namun, apabila pengguna tidak ingin repot ketika membaca hasil pada voltmeter analog, maka disarankan untuk menggunakan voltmeter digital. Hal itu karena voltmeter jenis digital akan langsung menampilkan angka pasti dan akan mudah dibaca hasilnya.

 

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments

Jasa Mempercepat Website